kontributorTips Tren

Ibu-Ibu Tidak Punya Alasan Untuk Piknik? Lakukan Ini Saja

251views

Buletin Travel – Ibu-ibu perlu tetap bisa travelling nyaman aman selama masa kehamilan. Sebab banyak faktor yang mendorong ibu-ibu harus tetap bepergian meskipun sedang hamil. Biasanya IBU HAMIL ingin bepergian saat ingin merayakan babymoon di suatu tempat yang romantis dan agak jauh dari tempat tinggal. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa penelitian yang mencatat banyaknya dampak positif babymoon bagi orang tua. Faktor lain yang mungkin bersifat darurat untuk IBU-IBU HAMIL yang mengharuskan tetap melakukan perjalanan jauh, misalnya tugas kerja, mengunjungi kerabat, atau alasan lainnya.

Pada kondisi tak terelakkan seperti itulah akan terlintas pertanyaan-pertanyaan; terutama soal keamanan si buah hati yang sedang dikandungnya, terlebih jika nanti memilih menggunakan moda transportasi udara. Setidaknya pasti muncul pertanyaan-pertanyaan seperti: Apakah beresiko terbang saat hamil? Menurut dokter kapan masa-masa aman untuk terbang? Adakah ketentuan khusus dari maskapai bagi ibu hamil? Apa saja tips-tips perjalanan yang aman saat ibu hamil?

Berikut buletintravel.com merangkum beberapa hal penting berkaitan antara ibu hamil dan maskapai penerbangan.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, umur kandungan paling aman bagi ibu hamil yang bepergian dengan menggunakan pesawat tebang adalah trimester kedua (kira-kira antara 18-24 minggu). Dikarenakan rendahnya resiko kelahiran mendadak atau prematur di trimester kedua ini.

Mayoritas dokter tidak akan memberi rekomendasi setelah kehamilan berusia 36 minggu atau lebih, lagipula beberapa orang pasti takut melahirkan di dalam pesawat. Sementara resiko di trimester pertama (0-3 bulan) ibu hamil cenderung mengalami beberapa gangguan seperti mual, muntah, lemah, dan sakit kepala. Gangguan ini wajar. Resiko terbesar adalah keguguran karena janin masih dalam tahap rentan. Semakin lama perjalanan maka kemungkinan ibu hamil semakin merasa tidak nyaman sepanjang penerbangan.

Akan tetapi jangan khawatir untuk ibu hamil, pada prinsipnya terbang selagi ibu hamil bukan merupakan masalah asalkan mengetahui masa-masa terbaik untuk terbang, sesuai rekomendasi dokter dan memerhatikan peraturan penerbangan tentang mengangkut ibu hamil.

Peraturan Penerbangan Tentang Mengangkut Ibu Hamil
Surat keterangan medis dari dokter kandungan akan diminta sebagai lampiran saat usia kandungan di atas 28 minggu. Surat ini dikeluarkan minimal seminggu sebelum hari keberangkatan. Masing-masing maskapai memberlakukan ketentuan berbeda-beda. Untuk lebih jelas buletintravel.com akan merinci satu-persatu ketentuan dari masing-masing maskapai.

SRIWIJAYA AIR GROUP
• Ibu hamil dengan usia kehamilan maksimal 32 minggu
• Wajib menyertakan surat keterangan medis dari dokter
• Wajib mengisi surat pernyataan yang tersedia di bandara maupun kantor cabang Sriwijaya Air. Surat pernyataan ini membebaskan Sriwijaya dari pertanggungjawaban terhadap hal-hal yang tidak diinginkan selama penerbangan
(sumber www.sriwijayaair.co.id)

CITILINK
Para penumpang yang sedang hamil dan terbang bersama Citilink harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
• Demi keselamatan dan kenyamanan penerbangan, penumpang yang sedang hamil berkewajiban untuk memberitahukan kepada pihak Citilink tentang kondisi kehamilannya pada saat memesan kursi dan pada saat melapor di konter Check-in dan wajib memiliki surat rekomendasi terbang dari dokter dan mengisi surat pernyataan yang dikeluarkan oleh Citilink
• Penumpang diharuskan menyerahkan surat keterangan dokter yang mengkonfirmasikan usia kehamilan telah masuk ke minggu ke berapa dan bahwa penumpang dalam kondisi fit untuk bepergian kepada petugas konter check in kami
• Masa berlaku Surat keterangan Dokter tersebut adalah 7 (tujuh) hari sejak tanggal dikeluarkannya
• Penumpang harus menandatangani Pernyataan Pertanggungjawaban terbatas Citilink pada saat melakukan check-in untuk membebaskan Citilink dari pertanggungjawaban yang timbul dari hal tersebut.
• Kehamilan antara 32 minggu hingga 35 minggu (inklusif): penumpang hanya boleh melakukan penerbangan tidak lebih dari 3 jam (180 menit)
• Kehamilan lebih dari 35 minggu: penumpang tidak diperkenankan untuk menumpang Citilink.
• Semoga informasi dari Citilink ini dapat memudahkan.
(sumber www.citilink.co.id)

LION AIR GROUP
Di Lion Group mengambil tindakan pencegahan ekstra untuk menjamin keamanan dan kesejahteraan penumpang, serta orang yang dicintai. Jika penumpang dalam kondisi mengandung silakan diingat hal berikut ini.

Informasi & Layanan Untuk Ibu Mengandung
Ini adalah tugas dari penumpang yang sedang mengandung untuk memberitahu pihak Lion Air tentang perkembangan kehamilan mereka dan menunjukan dokumen perawatan prakelahiran pada saat pemesanan kursi dan di check-in counter. Untuk penumpang yang sedang mengandung harus memenuhi kondisi berikut:
• Kehamilan mencapai 27 minggu, penumpang diharuskan untuk menandatangani Release dan Formulir Indemnity untuk diizinkan melakukan penerbangan.
• Kehamilan 28-35 minggu, penumpang perlu membawa surat dokter yang menyatakan bahwa sang Ibu layak untuk melakukan perjalanan dan tanggal sertifikat yang dikeluarkan tidak lebih dari tujuh (7) hari dari tanggal keberangkatan pesawat yang dijadwalkan. penumpang akan diminta untuk menandatangani Formulir Release dan Indemnity.
• Kehamilan mencapai 35 minggu ke atas akan ditolak untuk melakukan penerbangan.
Silahkan jangan ragu untuk meminta bantuan staf Lion Air jika dibutuhkan. (sumber www.lionair.co.id)

GARUDA INDONESIA
Ibu hamil diizinkan terbang bersama Garuda Indonesia sesuai dengan kondisi dan usia kehamilannya.

Catatan:
*) Jika seorang ibu hamil terlihat tidak sehat saat check-in, informasi medis dan persetujuan dari Garuda Sentra Medika (GSM) akan dibutuhkan.
**) Ibu hamil yang melakukan perjalanan di sektor internasional diharuskan melampirkan fotokopi paspor mereka.
***) Harus diperoleh atau disetujui oleh Garuda Sentra Medika (GSM) minimal 7 hari sebelum keberangkatan.

Informasi medis, formulir pertanggungan, dan persetujuan dapat diperoleh di Garuda Sentra Medika (GSM).
Jika penumpang membutuhkan bantuan lebih lanjut, penumpang dapat mengunjungi Garuda Sentra Medika (GSM) untuk konsultasi dan perolehan dokumen yang dibutuhkan untuk penerbangan Ibu hamil. (sumber www.garuda-indonesia.com)

AIRASIA
Penumpang yang sedang hamil berkewajiban memberitahu kami tentang kondisi kehamilan pada saat pemesanan kursi dan di konter check-in. Pengangkutan penumpang hamil akan mengikuti ketentuan-ketentuan berikut:
• Kehamilan berusia hingga 27 minggu (inklusif): Pada saat check-in harus menandatangani Pernyataan Pertanggungjawaban Terbatas AirAsia/AirAsia X, untuk membebaskan Air Asia/Air Asia X dari kewajiban-kewajiban yang timbul dari hal tersebut.
• Kehamilan berusia antara 28 hingga 34 minggu (inklusif): Diharuskan untuk menyerahkan surat keterangan kesehatan yang telah disetujui oleh dokter. Dalam surat keterangan kesehatan dari dokter ini, harus tercantum berapa minggu usia kehamilan dan dikeluarkan tidak lebih dari 30 hari dari tanggal keberangkatan, dan berlaku baik untuk jadwal pergi atau jadwal pulang. Pada saat check-in harus menandatangani Pernyataan Pertanggungjawaban Terbatas Air Asia/AirAsiaX untuk membebaskan AirAsia/AirAsiaX dari kewajiban-kewajiban yang timbul dari hal tersebut.
• Kehamilan berusia 35 minggu dan diatasnya: pengangkutan penumpang tidak diijinkan pada AirAsia/AirAsia X.
(sumber www.airasia.com)

JETSTAR
Ada beberapa hal tambahan yang perlu dipertimbangkan apabila ingin terbang bersama Jetstar ketika hamil.

Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah meminta saran dari bidan atau dokter pribadi untuk mengetahui apakah dapat melakukan perjalanan udara, terutama pada masa trimester ketiga.

Keamanan untuk melakukan perjalanan udara juga ditentukan oleh durasi penerbangan, usia kehamilan, kondisi kehamilan; apakah tengah dalam kehamilan tunggal atau kembar dan/atau apakah memiliki komplikasi kehamilan.

Perjalanan yang diperbolehkan:
Untuk penerbangan Jetstar kurang dari 4 jam:
Kehamilan tunggal diizinkan hingga akhir minggu ke-40 masa kehamilan.
Kehamilan kembar diizinkan hingga akhir minggu ke-36 masa kehamilan.

Untuk penerbangan Jetstar selama 4 jam atau lebih:
Kehamilan tunggal diizinkan hingga akhir minggu ke-36 masa kehamilan.
Kehamilan kembar diizinkan hingga akhir minggu ke-32 masa kehamilan.

Ketika berada di trimester ketiga kehamilan (28 minggu atau lebih), penumpang wajib membawa dokumen tertentu dari dokter sebelum diizinkan untuk terbang.

Ketika kehamilan mencapai trimester ketiga, penumpang hamil tidak diperbolehkan duduk di kursi dekat pintu darurat dalam pesawat Jetstar mana pun. Hal ini merupakan upaya keselamatan untuk melindungi Ibu dan bayi, karena akan berisiko jika dalam keadaan darurat harus mengoperasikan pintu keluar darurat yang berat.

Perhatikan bahwa ketika melakukan perjalanan ke luar negeri, beberapa negara membatasi jumlah penumpang hamil yang masuk dari negara lain. Penumpang harus berkonsultasi dengan kedutaan atau konsulat terkait sebelum melakukan perjalanan, untuk memastikan apakah dapat memenuhi pembatasan tersebut.

Catatan untuk penumpang Internasional Jetstar Pacific (BL), Jetstar Asia (3K) dan Jetstar Japan (GK)
• Ketika kehamilan telah mencapai 28 minggu atau lebih wajib membawa surat dari dokter atau bidan terdaftar, dengan tanggal tidak lebih dari 10 hari sebelum perjalanan.
• Jika bepergian dengan Jetstar Pacific (BL) tidak dapat terbang jika hamil lebih dari 36 minggu.
• Jika bepergian dengan Jetstar Asia (3K) dan Jetstar Pacific (BL) maka tidak dapat duduk di baris pintu darurat jika sedang dalam keadaan hamil (tahap apapun).
(sumber www.jetstar.com)

Semoga beberapa informasi tentang kehamilan dan aturan maskapai ini dapat bermanfaat bagi calon penumpang pesawat yang sedang mengandung. Selamat merayakan babymoon bagi yang merayakan. Bagi perempuan-perempuan yang tidak punya alasan untuk piknik, segera hamil saja. Tetapi jangan lupa sebelum piknik dengan menggunakan pesawat terbang, ibu hamil wajib patuhi saran dokter dan aturan maskapai. (nga)

Leave a Response